Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

The Principle Of Love

Mungkin aneh yah kalau bicara tentang Prinsip Cinta...

Setiap kali saya buka di sosial media banyak tentang status, mention, pm, dsb itu tentang cinta-cinta.. nah  hari ini akan saya bahas adalah prinsip dan idealisme tentang cinta.


Contoh dari beberapa mention, status dan pm berikut ini
·         Cinta itu suci, tak memandang rupa. Kalau memandang rupa, berarti nafsu.
·         Kalau memang cinta, dia akan memperjuangkan segalanya sampai akhir.
·         Dalam PDKT, jangan tunjukkan cinta, tapi tunjukkanlah kasih. Karena cinta itu menolak, kasih itu menerima. *lalu lanjut sampai empat halaman folio tentang kasih abstrak yang tidak kelihatan aplikasinya sama sekali selain sastra*
·          
Dan berbagai jenis kalimat-kalimat indah motivasi yang sering ada di akun-akun menye lainnya.
Begini, punya prinsip itu bagus. Idealis pun bagus. Tapi yang namanya cinta, romansa, PDKT dan pergaulan itu berhubungan dengan banyak orang. Kamu boleh punya prinsip APA SAJA tentang semua itu, tapi bila orang lain tidak menggunakan prinsip yang sama, bukankah jadinya sia-sia? Contoh, kamu ngobrol tentang kuda dengan anak kecil yang percaya bahwa pegasus itu ada dan nyata, tentu saja akhirannya nggak nyambung.
Nah misalnya ada orang yang berprinsip bahwa “Cinta itu suci, tak memandang rupa.” Lalu karena prinsip itu, dia mengabaikan penampilan, keluar rumah dalam kondisi lecek, kumel, rambut berantakan, muka minyakan, jerawatan pula. Istilah bekennya, “Apa adanya.” Tapi ironisnya, orang-orang ini hanya mendekati lawan jenis yang menarik saja, padahal kata prinsipnya “cinta tidak memandang rupa.” Setelah sekian lama, karena tidak ada yang tertarik, dia lalu berkata, “Di jaman modern ini, cinta sejati sudah mati dan tak ada lagi. Cuma ada uang dan tampang.” Kamu tentu kenal dan bisa langsung menyebutkan orang-orang yang seperti ini.
Atau ada orang lain yang berkata, “Kalau memang cinta, dia akan memperjuangkan segalanya sampai akhir.” Tapi orang yang ngomong sebenarnya cuma diam saja, sambil menunggu dan menagih perjuangan dari orang-orang yang “kelihatannya” mencintai dia. Dia sendiri tidak melakukan apa-apa, cuma nunggu aja sambil ngetwit, “Bila memang cinta, ya berjuang.” Setiap hari. Sambil membenci orang-orang lain yang hubungannya bekerjasama, lalu jadian. Sama seperti contoh di atas, kamu tentu kenal dan bisa langsung menyebutkan orang-orang yang seperti ini.
Bukankah jadinya menyedihkan??
Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga punya prinsip cinta yang idealis? Idealis itu memang bagus, asal realistis. Ada begitu banyak hukum alam dan kondisi sosial yang tidak akan pernah berubah, tidak peduli seberapa idealis kamu ngotot ataupun setiap hari ngetweet tentang prinsip kamu. Contoh: Sampai kapan pun, orang akan selalu tertarik pada lawan jenis yang menarik, titik.
Sesekali, kamu perlu berhenti sejenak dan merenung tentang bagaimana hasil prinsip kamu selama ini. Bila hasilnya selama ini adalah jomblo, merana, selalu iri dengan orang lain, ngebet nikah dan selalu salah mengira sinyal dari orang lain, bukankah itu tanda yang jelas tentang kualitas prinsip kamu? Bila kamu menginginkan hasil yang berbeda, sudah saatnya kamu mengganti apa yang kamu percaya selama ini.

Beberapa Prinsip Dasar Cinta yang Cerdik



Pada dasarnya kisah cinta masing-masing orang adalah unik dan tidak sama. Oleh karenanya tidaklah mungkin untuk membuat batasan-batasan sempit atau rumus-rumus jitu dalam memiliki hubungan cinta yang benar dengan seseorang.
Namun ada beberapa prinsip dasar yang mutlak yang harus diterapkan lebih dulu untuk mendapatkan suatu hubungan cinta yang sehat.

Cinta harus diuji melalui waktu.

Cinta yang sejati membutuhkan dan diuji oleh waktu. Orang yang sudah menikah selama bertahun-tahunpun masih sering menemukan hal-hal yang belum dikenal dari pasangannya. Pandangan “Love at The First Sight” adalah tidak tepat, yang terjadi sebenarnya adalah “Infatuation (Kasmaran) at The First Sight”. Kasmaran akan luluh ditelan waktu.

Mengambil waktu yang cukup lama untuk memutuskan memiliki hubungan cinta dengan seseorang adalah hal yang sangat vital. Waktu 6 bulan selalu lebih baik dari 1 bulan, waktu 1 tahun selalu lebih baik dari 6 bulan, demikian seterusnya… Cinta sejati tidak akan memudar seiring berjalannya waktu, justru makin lebih obyektif dan terarah. Dalam menjalani hubungan cintapun waktu memiliki peranan yang penting. Diperlukan waktu yang cukup untuk agar cinta menjadi makin murni. Dr. Desmond Morris, dalam risetnya menemukan bahwa biasanya perkawinan yang bahagia dan langgeng diawali oleh suatu hubungan yang tidak terburu-buru dalam berpacaran. Hubungan yang baik ibarat sebuah lem yang direkatkan kepada dua benda, tidak boleh buru-buru direkatkan supaya memperoleh daya lekat yang maksimal. Dalam pengujian waktu ini ada beberapa hal yang harus dipikirkan dan dilakukan:

Pikirkan bagaimana hubungan ini akan mempengaruhi hubungan-hubungan lainnya.

Setiap kali kita tertarik pada seseorang kita harus mengingat bahwa kita akan memiliki tiga jenis hubungan: hubungan dengan orang yang menarik hati kita, hubungan dengan orang-orang di sekitar kita (termasuk keluarga dan teman), dan hubungan dengan Tuhan.
Kita harus bertanggungjawab agar ketiga hubungan tersebut dapat berjalan dengan seimbang. Memikirkan hal ini terlebih dahulu menghindarkan kita dari keterlenaan asmara.

Menjalin persahabatan yang erat lebih dulu.

Saat kita tertarik pada seseorang prioritas pertama adalah menjalin persahabatan  yang erat dengan dia terlebih dulu. Persahabatan membuat kita saling mengenal dengan obyektif. Dalam tahap ini gelora asmara tidak boleh dibiarkan berkembang. Asmara hanya akan mengaburkan pandangan kita pada orang itu. Cara praktis untuk melakukan hal ini adalah melibatkan si dia dalam kehidupan / aktifitas sehari-hari kita, misalnya dengan ikut melibatkannya di tengah acara keluarga atau aktifitas dengan teman-teman kita.

Pada saat persahabatan menjadi semakin erat, hal-hal yang bersifat romantis harus tetap dihindari. Waktu-waktu dimana ada kesempatan untuk bertumbuh dan melayani Tuhan bersama-sama dapat digunakan dengan maksimal. Jangan tergesa-gesa membangkitkan api cinta sebelum waktunya – Kidung Agung 8:4. Ketergesaan justru akan merusak hubungan yang sudah baik terjalin. Integritas persahabatan harus dijaga sebaik-baiknya, misalnya dengan cara:

Bersikap sopan
Untuk Pria: hendaklah menganggap yang wanita sebagai saudari. Jangan  berlaku tidak sopan dengan memegang-megang, mencubit, atau menyentuh bagian tubuh mereka. Perlakukan dengan hormat dalam perkataan dan perbuatan.
Untuk Wanita: Jangan mencemooh atau bersikap genit terhadap para pria dan pakailah baju yang sopan.

Bersikap wajar
Bila kita menyukai seseorang khususnya lawan jenis maka kita cenderung memperlakukan dia berbeda dengan teman-teman kita yang lain. Hal ini seharusnya dapat diminimalisasi jika kita sudah mengambil waktu yang cukup dalam memikirkan point (a) di atas.

Berdoa dan mencari nasihat teman, keluarga, dan pemimpin rohani.

Sebagai anak muda, rancangan/keinginan kita banyak namun kalau memiliki pertimbangan yang baik maka kemungkinan untuk gagal jauh lebih kecil. Kita memerlukan nasihat dari para pemimpin atau mereka yang lebih senior dari kita karena nasihat mereka akan menuntun kita pada jalan dan arah yang benar. Doa dan telinga yang mendengar nasihat orang lain sangatlah bermanfaat. Mintalah teman-teman, pemimpin rohani dan orang tua kita berdoa untuk kita.

Menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tepat

Beberapa pertanyaan yang harus diujikan pada hubungan kita misalnya:
Apakah hubungan kita sesuai dengan Firman Allah
Apakah kita sudah siap / cukup umur untuk menikah
Apakah orang tua kita atau pemimpin rohani kita menyetujui hubungan itu
Apakah ada damai sejahtera Roh Kudus dalam hati kita
Kita harus mengambil cukup waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam tersebut di atas dengan hati-hati dan sejujur mungkin.


Kamu pernah dengar prinsip-prinsip aneh lainnya tentang cinta yang nggak masuk akal dan nggak pernah kelihatan hasilnya? Yuk berbagi di kolom komentar.

Daftar Pustaka


http://www.gkpb.net/index.php/component/k2/item/164-beberapa-prinsip-dasar-cinta-yang-cerdik




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar