Mengelola Cinta ???
Emm.. apa sih yang di maksud mengelola cinta disini...
Nahh... sebenarnya semua orang itu punya cara masing-masing
dalam menjalankan kehidupan cinta mereka, namun terkadang mereka tidak bisa
membedakan dengan hal-hal negatif yang seharusnya tidak boleh dilakukan.
Bila kita berbicara masalah cinta, tidak akan habis waktu untuk
membahasnya. Sayangnya bahasan cinta tidak jauh seputar masalah antar makhluk.
Padahal bahasan cinta itu begitu luas, segala hubungan baik sesama makhluk
maupun dengan sang pencipta dan juga segala kegiatan yang kita lakukan.
Cinta memegang peranan penting dalam
kehidupan manusia. Fenomena yang terjadi sehari-hari mengungkapkan bahwa cinta
dapat menjadi motivator aktivitas yang kita jalankan. Namun perlu juga kita
sadari bahwa cinta dapat juga merusak aktivitas kita.
Sebenarnya
kita tak salah punya rasa cinta, karena manusia yang dibekali dengan rasa ini.
Mungkin ada yang bertanya, bisa gak ya aktivis dakwah jatuh cinta ? Hah...
pertanyaan yang sangat mendiskreditkan aktivis dakwah . bukankah mereka juga
manusia biasa, sama seperti manusia lainnya. Bukankah mereka juga manusia normal
yang hanya berusaha menjalani kehidupan dengan aturan-aturan syariat-Nya. Rasa
cinta seorang aktivis dakwah hendaknya hanya dimekarkan semekar-mekarnya saat
telah dibingkai dengan ikatan suci (pernikahan).
Sebelum
menjenjang ke pernikahan dalam perjalannya pasti melewati rintangan dan godaan
syaitan laknaatullah. Mereka tak ikhlas jika manusia menikahnya mulus-mulus
saja tanpa disertai kemaksiatan. Maka mereka mekarkan rasa cinta yang
menggelayuti hati manusia dengan fatamorgana keindahan. Mereka goda dua insan
yang memiliki rasa itu untuk menikmatinya dalam kesendirian. Sungguh wajar
akhirnya banyak kita temui orang-orang yang sebelum memasuki jenjang pernikahan
melewatinya dengan pacaran yang berlangsung lama bahkan ada yang kebablasan
berzina lantaran ketidakmampuan menahan gejolak nafsu syahwat yang semakin
membara. Tidak sedikit pula kita mendengar pernikahan mereka di bumbui dengan
kemaksiatan pada awal perjalanannya berakhir tragiss di tengah jalan atau
bahkan saat memulai perjalanan itu dalam bingkai pernikahan. Apa yang menyebabkan ini semua ? jawaban
sederhananya adalah saat berpacaran setiap pasangan hanya menampilkan
keindahan-keindahan dan berusaha sekuat-kuatnya menutupi aib diri yang
dimiliki. Mereka hanya ingin memberikan yang terbaik kepada pasangannya. Maka wajar
ketika awal membangun bidik rumah tangga keindahan-keindahan dulu yang
dirasakan seakan-akan berputar 180 derajat. Mereka yang tidak siap menerima
kenyataan ini akan berontak hatinya. Karena sudah tak mampu menerima kenyataan
yang ada, terjadilah perceraian. Dan inilah akhir tragis yang sangat
menyesakkan kehidupan 2 insan yang membangun biduk rumah tangga.
Mencintai dan dicintai adalah kataa yang tidak bisa dipisahkan dalam keseharian menjalani kehidupan. Ketika rasa cinta itu hadir maka kita wajib mengelolanya dengan benar. Jangan sampai rasa itu menjerumuskan dalam jurang kemaksiatan dan menjatuhkannya. Yakinlaah, keindahan hakiki dalam mengelola rasa cinta adalah dengan pernikahan. Maka ketika rasa itu tiba persiapkan dirimu sebaik-baiknya. Tingkatkan kualitas amal, persiapan bekal finansial, perbaharui mental dan tanamkan keyakinan sedalam-dalamnya dalam relung hatimu, bahwa Tuhan telah menyediakan jodoh terbaik untukmu.
Hemmm..
Sebenernya pacaran itu boleh asalkan sewajarnya dan tidak terlewat batas.
Nah
gimana guys kalian tinggal milih jalan yang mana.. semua tinggal kita yang
menjalani..

.jpg)





0 komentar:
Posting Komentar