Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Mengelola Cinta


Mengelola Cinta ???


Emm.. apa sih yang di maksud mengelola cinta disini...

Nahh... sebenarnya semua orang itu punya cara masing-masing dalam menjalankan kehidupan cinta mereka, namun terkadang mereka tidak bisa membedakan dengan hal-hal negatif yang seharusnya tidak boleh dilakukan.            
Bila kita berbicara masalah cinta, tidak akan habis waktu untuk membahasnya. Sayangnya bahasan cinta tidak jauh seputar masalah antar makhluk. Padahal bahasan cinta itu begitu luas, segala hubungan baik sesama makhluk maupun dengan sang pencipta dan juga segala kegiatan yang kita lakukan.

Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Fenomena yang terjadi sehari-hari mengungkapkan bahwa cinta dapat menjadi motivator aktivitas yang kita jalankan. Namun perlu juga kita sadari bahwa cinta dapat juga merusak aktivitas kita.

Sebenarnya kita tak salah punya rasa cinta, karena manusia yang dibekali dengan rasa ini. Mungkin ada yang bertanya, bisa gak ya aktivis dakwah jatuh cinta ? Hah... pertanyaan yang sangat mendiskreditkan aktivis dakwah . bukankah mereka juga manusia biasa, sama seperti manusia lainnya. Bukankah mereka juga manusia normal yang hanya berusaha menjalani kehidupan dengan aturan-aturan syariat-Nya. Rasa cinta seorang aktivis dakwah hendaknya hanya dimekarkan semekar-mekarnya saat telah dibingkai dengan ikatan suci (pernikahan).

Sebelum menjenjang ke pernikahan dalam perjalannya pasti melewati rintangan dan godaan syaitan laknaatullah. Mereka tak ikhlas jika manusia menikahnya mulus-mulus saja tanpa disertai kemaksiatan. Maka mereka mekarkan rasa cinta yang menggelayuti hati manusia dengan fatamorgana keindahan. Mereka goda dua insan yang memiliki rasa itu untuk menikmatinya dalam kesendirian. Sungguh wajar akhirnya banyak kita temui orang-orang yang sebelum memasuki jenjang pernikahan melewatinya dengan pacaran yang berlangsung lama bahkan ada yang kebablasan berzina lantaran ketidakmampuan menahan gejolak nafsu syahwat yang semakin membara. Tidak sedikit pula kita mendengar pernikahan mereka di bumbui dengan kemaksiatan pada awal perjalanannya berakhir tragiss di tengah jalan atau bahkan saat memulai perjalanan itu dalam bingkai pernikahan.  Apa yang menyebabkan ini semua ? jawaban sederhananya adalah saat berpacaran setiap pasangan hanya menampilkan keindahan-keindahan dan berusaha sekuat-kuatnya menutupi aib diri yang dimiliki. Mereka hanya ingin memberikan yang terbaik kepada pasangannya. Maka wajar ketika awal membangun bidik rumah tangga keindahan-keindahan dulu yang dirasakan seakan-akan berputar 180 derajat. Mereka yang tidak siap menerima kenyataan ini akan berontak hatinya. Karena sudah tak mampu menerima kenyataan yang ada, terjadilah perceraian. Dan inilah akhir tragis yang sangat menyesakkan kehidupan 2 insan yang membangun biduk rumah tangga.

 
Mencintai dan dicintai adalah kataa yang tidak bisa dipisahkan dalam keseharian menjalani kehidupan. Ketika rasa cinta itu hadir maka kita wajib mengelolanya dengan benar. Jangan sampai rasa itu menjerumuskan dalam jurang kemaksiatan dan menjatuhkannya. Yakinlaah, keindahan hakiki dalam mengelola rasa cinta adalah dengan pernikahan. Maka ketika rasa itu tiba persiapkan dirimu sebaik-baiknya. Tingkatkan kualitas amal, persiapan bekal finansial, perbaharui mental dan tanamkan keyakinan sedalam-dalamnya dalam relung hatimu, bahwa Tuhan telah menyediakan jodoh terbaik untukmu.

Hemmm.. Sebenernya pacaran itu boleh asalkan sewajarnya dan tidak terlewat batas.
Nah gimana guys kalian tinggal milih jalan yang mana.. semua tinggal kita yang menjalani..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar