Keseimbangan Hidup Antara Karir dan Kehidupan Pribadi
Hal ini terlihat tidak baik dan kita perlu untuk dapat mengetahui bahwa kebanyakan orang dapat sukses dalam karirnya adalah karena didorong oleh kemampuan untuk dapat menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan juga pekerjaannya. Dilansir dari halaman magforwomen.com, kita dapat melihat lima langkah agar kita dapat mempunyai kehidupan yang seimbang antara pekerjaan dan juga kehidupan pribadi :
- Jangan Beranggapan bahwa jika kita bekerja sampai larut malam maka kita adalah pekerja keras
Tidak sedikit orang yang bekerja menyelesaikan tugas kantor sampai larus malam. Dan jika kita mempunyai anggapan bahwa hal ini adalah merupakan sebagai bagian dari usaha untuk dapat bekerja keras maka kita perlu untuk dapat menilai kembali. Kita perlu untuk mengetahui bahwa ada beberapa atasan dan juga manajer yang melihat orang bekerja sampai larut malam adalah merupakan pkerja yang dianggap tidak mempunyai kemampuan terutama dalam mengelola waktu.
Kita perlu untuk dapat berusaha menyelesaikan semua pekerjaan pada waktu jam kerja normal untuk bisa memperoleh pola kehidupan yang seimbang. Hal penting lainnya yang perlu kita ketahui adalah tidak ada masalah jika kita bekerja di kantor sampai dengan jam 20.00 selama kita dapat menyelesaikan semua pekerjaan dengan baik.
- Dapat mencoba untuk dapat mengambil waktu berlibur
Waktu akhir pekan atau saat sedang hari libur adalah merupakan waktu yang tepat untuk dapat menghabiskan waktu terutama adalah bersama dengan keluarga serta teman. Kita dapat mengambil kesempatan hari libur untuk beristirahat sambil kita dapat melakukan refreshing. Hal ini penting agar kita juga dapat menjaga keseimbangan antara karier dan pribadi.
- Dapat Belajar untuk dapat melihat bahwa pola hidup seimbang itu penting
Kita juga perlu untuk melihat bahwa pola hidup yang seimbang itu penting. Sering kita meihat bahwa kebahagiaan tidak hanya datang dari sebuah prestasi dan juga karir tetapi dari kehidupan bersama dengan orang yang kita cintai dapat lebih memberikan kebahagiaan bagi kita.
- Dapat Belajar untuk berhenti menunda
Kita perlu untuk mengetahui bahwa agar dapat memperoleh kehidupan yang seimbang , maka kita perlu untuk dapat membuat sebuah skala prioritas penting mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Jika kita bisa mengatur waktu dengan baik dan dapat menyelesaikan semua pekerjaan maka kita akan dapat merasakan pola hidups eimbang.
- Dapat berkonsultasi dengan atasan
Jika kita merasa menerima beban pekerjaan yang terlalu berat, maka kita dapat mencoba berkonsultasi dengan atasan kita. Hal penting adalah kita perlu untuk dapat berhati-hati dalam memberikan penjelasan agar tidak terjadi salah paham.
5 Tips Menyeimbangkan Karir dan Kehidupan Pribadi
Banyak orang menganggap bekerja hingga larut malam merupakan bagian dari kerja keras. Sebagian besar bahkan rela mengorbankan waktunya untuk keluarga atau teman demi menyelesaikan berbagai tugasnya di kantor.
Akibat terlalu banyak menghabiskan waktu untuk pekerjaan, pekerja seringkali kehilangan peluang-peluang menggembirakan untuk kehidupan pribadinya.
Bahkan, di sisi lain para atasan justru akan memandang pekerjanya sebagai orang yang tak bisa mengelola waktu kerja. Pekerja pun bisa dinilai tidak efisien dan efektif saat bekerja.
Anda harus tahu, kebanyakan orang bisa sukses dalam berkarier karena didorong kemampuan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadinya.
Jika masih bingung bagaimana cara untuk bisa menyeimbangkan antara karir dan kehidupan pribadi, berikut 5 cara ampuhnya, mengutip laman magforwomen.com, Senin (22/7/2013):
1. Jangan anggap bekerja hinga larut malam berarti bekerja keras
Tak sedikit orang yang 'gila' kerja dan menyelesaikan semua tugas kantor hingga larut malam. Jika Anda salah satu darinya dan menganggap hal tersebut sebagai kerja keras berarti Anda keliru menilainya.
Perlu diketahui, beberapa atasan atau manajer melihat orang yang bekerja hingga larut malah sebagai bentuk inefisiensi kerja. Tak hanya itu, pekerja juga dianggap kurang memiliki kemampuan mengelola waktu.
Pastikan Anda menyelesaikan semua pekerjaan di waktu kerja normal guna memperoleh hidup yang lebih seimbang. Jadi, tak masalah tetap di kantor hingga pukul 7.00 atau 8.00 malam selama semua pekerjaan dapat terselesaikan.
2. Berlibur dengan baik
Seringkali pekerja tetap bekerja bahkan di hari libur seperti menghadiri beberapa pertemuan penting. Sebagai pegawai, Anda bisa mengajukan pergantian jadwal rapat di luar hari libur.
Berikanlah waktu lebih banyak untuk keluarga atau teman saat berlibur. Akhir pekan khususnya merupakan waktu yang tepat untuk beristirahat dan menyegarkan otak. Dengan begitu, Anda bisa meraih keseimbangan karier dan pribadi.
3. Belajarlah untuk memandang kehidupan pribadi dibanding prestasi kerja
Mengingat tujuan hidup dapat membantu hidup seimbang. Jika setiap hari Anda hanya fokus pada ketercapaian target penjualan, atau berapa penghasilan yang bisa diraih, segera ubah kebiasaan tersebut.
Mulailah menyadari banyak hal yang lebih penting dari sekedar target pekerjaan profesional yang dijalani. Seringkali kebahagiaan tak datang dari prestasi tersebut, tapi justru dari kehidupan pribadi Anda bersama orang-orang tercinta.
4. Berhenti menunda-nunda
Dalam bekerja, pekerja juga dituntut untuk bisa mengelola diri sendiri. Kebanyakan gagal menyeimbangkan kehidupan profesionalnya kareta terlalu sering menunda-nunda pekerjaan.
Untuk memperoleh kehidupan yang lebih seimbang, pastikan memprioritaskan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Misalnya, Anda bisa mencuci terlebih dahulu, membereskan ruangan, lalu baru mengerjakan tugas kantor.
Melakukannya dengan baik bisa memberikan waktu lebih banyak untuk teman dan keluarga. Anda akan merasa lebih menikmatinya, karena tak perlu khawatir ada pekerjaan yang belum selesai.
5. Konsultasi dengan manajer, jika pekerjaan terlalu banyak
Benar adanya, jika pegawai dibayar untuk bekerja. Namun hal itu tak berarti Anda harus bekerja lebih dari waktu yang ditentukan. Menelan banyak hal yang tak sanggup dikunyah, merupakan kesalahan yang sering dilakukan kebanyakan orang.
Maka saat menerima beban pekerjaan yang terlalu berat, segera konsultasikan hal tersebut dengan atasan. Ceritakan betapa Anda berusaha mengelola terlalu banyak pekerjaan hingga kekurangan waktu untuk diri sendiri. Ingat, hati-hati dalam menjelaskan agar tak menuai salah paham diantara kedua belah pihak. (Sis/Nur)
Akibat terlalu banyak menghabiskan waktu untuk pekerjaan, pekerja seringkali kehilangan peluang-peluang menggembirakan untuk kehidupan pribadinya.
Bahkan, di sisi lain para atasan justru akan memandang pekerjanya sebagai orang yang tak bisa mengelola waktu kerja. Pekerja pun bisa dinilai tidak efisien dan efektif saat bekerja.
Anda harus tahu, kebanyakan orang bisa sukses dalam berkarier karena didorong kemampuan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadinya.
Jika masih bingung bagaimana cara untuk bisa menyeimbangkan antara karir dan kehidupan pribadi, berikut 5 cara ampuhnya, mengutip laman magforwomen.com, Senin (22/7/2013):
1. Jangan anggap bekerja hinga larut malam berarti bekerja keras
Tak sedikit orang yang 'gila' kerja dan menyelesaikan semua tugas kantor hingga larut malam. Jika Anda salah satu darinya dan menganggap hal tersebut sebagai kerja keras berarti Anda keliru menilainya.
Perlu diketahui, beberapa atasan atau manajer melihat orang yang bekerja hingga larut malah sebagai bentuk inefisiensi kerja. Tak hanya itu, pekerja juga dianggap kurang memiliki kemampuan mengelola waktu.
Pastikan Anda menyelesaikan semua pekerjaan di waktu kerja normal guna memperoleh hidup yang lebih seimbang. Jadi, tak masalah tetap di kantor hingga pukul 7.00 atau 8.00 malam selama semua pekerjaan dapat terselesaikan.
2. Berlibur dengan baik
Seringkali pekerja tetap bekerja bahkan di hari libur seperti menghadiri beberapa pertemuan penting. Sebagai pegawai, Anda bisa mengajukan pergantian jadwal rapat di luar hari libur.
Berikanlah waktu lebih banyak untuk keluarga atau teman saat berlibur. Akhir pekan khususnya merupakan waktu yang tepat untuk beristirahat dan menyegarkan otak. Dengan begitu, Anda bisa meraih keseimbangan karier dan pribadi.
3. Belajarlah untuk memandang kehidupan pribadi dibanding prestasi kerja
Mengingat tujuan hidup dapat membantu hidup seimbang. Jika setiap hari Anda hanya fokus pada ketercapaian target penjualan, atau berapa penghasilan yang bisa diraih, segera ubah kebiasaan tersebut.
Mulailah menyadari banyak hal yang lebih penting dari sekedar target pekerjaan profesional yang dijalani. Seringkali kebahagiaan tak datang dari prestasi tersebut, tapi justru dari kehidupan pribadi Anda bersama orang-orang tercinta.
4. Berhenti menunda-nunda
Dalam bekerja, pekerja juga dituntut untuk bisa mengelola diri sendiri. Kebanyakan gagal menyeimbangkan kehidupan profesionalnya kareta terlalu sering menunda-nunda pekerjaan.
Untuk memperoleh kehidupan yang lebih seimbang, pastikan memprioritaskan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Misalnya, Anda bisa mencuci terlebih dahulu, membereskan ruangan, lalu baru mengerjakan tugas kantor.
Melakukannya dengan baik bisa memberikan waktu lebih banyak untuk teman dan keluarga. Anda akan merasa lebih menikmatinya, karena tak perlu khawatir ada pekerjaan yang belum selesai.
5. Konsultasi dengan manajer, jika pekerjaan terlalu banyak
Benar adanya, jika pegawai dibayar untuk bekerja. Namun hal itu tak berarti Anda harus bekerja lebih dari waktu yang ditentukan. Menelan banyak hal yang tak sanggup dikunyah, merupakan kesalahan yang sering dilakukan kebanyakan orang.
Maka saat menerima beban pekerjaan yang terlalu berat, segera konsultasikan hal tersebut dengan atasan. Ceritakan betapa Anda berusaha mengelola terlalu banyak pekerjaan hingga kekurangan waktu untuk diri sendiri. Ingat, hati-hati dalam menjelaskan agar tak menuai salah paham diantara kedua belah pihak. (Sis/Nur)
Daftar Pustaka
http://workshared.wordpress.com/2014/07/17/keseimbangan-hidup-antara-karir-dan-kehidupan-pribadi/
https://workshared.files.wordpress.com/2014/07/karir-dan-kehidupan-web.jpg
https://bisnis.liputan6.com/read/646084/5-tips-menyeimbangkan-karir-dan-kehidupan-pribadi
















